Yesus Mengusir Roh Jahat dari Orang Gerasa
- Ps. Edi Lastra

- Jul 22, 2022
- 2 min read
Updated: Aug 10, 2022
Ibadah Komsel, 21 Juli 2022
Pdt. Edi Lastra, S.Th.
Kisah Yesus mengusir roh jahat di daerah bernama Gerasa ini tentu sudah sering kita dengar.
Dari sudut pandang Yahudi, kisah ini penuh dengan unsur kenajisan. Setidaknya ada 4 hal najis yang tercantum dalam kisah ini:
1. Roh najis tinggal dalam diri orang yang kerasukan tersebut.
2. Dia tinggal di tengah pekuburan yang najis. Adat Yahudi menganggap segala hal yang berkaitan dengan orang mati adalah najis.
3. Daerah ini dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki pekerjaan yang najis, yaitu peternak babi. Tidak ada orang Yahudi yang akan memelihara babi karena dianggap najis.
4. Kisah ini terjadi di daerah orang kafir (non Yahudi) yang najis.

Keadaan Yang Mengenaskan
Orang yang dirasuk roh jahat tersebut digambarkan begitu mengenaskan. Berkeliaran di luar pada tengah malam, bermalam di kuburan, merobek baju sendiri dan menghancurkan apa yang diberikan orang. Orang ini menjadi teror bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Bahkan benda-benda yang begitu keras seperti “ikatan”, “rantai” dan “besi” pun tidak bisa menaklukkan orang tersebut. Hal ini memperlihatkan betapa berkuasanya roh jahat tersebut sekaligus menekankan ketidakberdayaan manusia menghadapi situasi ini.
Narasi Markus menyatakan bahwa kuasa roh jahat itu ingin mencegah Yesus memasuki daerah tersebut. Ini adalah daerah dimana tidak ada orang mau pergi untuk alasan apapun. Namun berlawanan dengan alasan dan harapan roh-roh jahat itu, Yesus tetap pergi menembus dinding ritual kenajisan dan reputasi mengerikan dari orang yang dirasuk roh jahat tersebut.
Legion nama roh jahat itu. Kata “legion” melambangkan suatu jumlah yang sangat besar. Pada kekuatan penuh, satu legion terdiri dari 6.000 tentara infantri, 120 kavaleri ditambah peralatan lainnya. Tetapi istilah ini juga bisa dipakai untuk sebuah batalion berkekuatan 2.048 orang yang mungkin lebih mendekati jumlah babi yang dicatat dalam kisah ini. Dalam istilah “legion” terkandung gambaran mengenai tentara yang menduduki suatu tempat, tindakan kekerasan serta kehancuran yang diakibatkannya.
Karena kasih dan kuasa-Nya, Yesus melepaskan pria ini dari ikatan si jahat dan menyuruh mereka memasuki tubuh kawanan babi. Yesus ingin menunjukkan bahwa tujuan roh jahat ini tidak lain hanya untuk kehancuran total dari makhluk yang mereka kuasai. Hal ini mungkin tidak terlihat jelas pada orang yang dirasuk, namun menjadi sangat jelas dari matinya babi-babi itu.
Karena rasa syukurnya, pria ini meminta supaya dapat mengikuti Yesus. Namun Yesus melarang orang itu mengikut Dia. Yang mengherankan, Yesus tidak meminta orang itu untuk diam, namun mengutusnya untuk menceritakan kepada orang-orang di tempat asalnya hal-hal besar yang telah Tuhan lakukan baginya. Di dalam Injil ini, orang yang kerasukan tadi menjadi pengkhotbah-misionaris pertama yang dikirim oleh Yesus, seorang bukan Yahudi yang dikirim untuk orang bukan Yahudi.
Orang itu taat pada perintah Yesus. Kehidupannya yang diubah dari kehidupan seperti bukan manusia menjadi manusia telah mendorongnya untuk tidak kembali ke rumah untuk hidup seperti biasa. Kisah ini memperluas dampak pelayanan Yesus sehingga berita tentang Dia tidak hanya didengar dan diterima dengan kagum di daerah Yahudi (3:7-8) namun juga di daerah bukan Yahudi di Dekapolis. Pelayanan Mesias bukan hanya untuk orang Yahudi tetapi meluas keluar dari lingkaran Yahudi.
Refleksi
Kisah ini begitu dramatis, menunjukkan bahwa seorang yang dirasuk, tidak berharga, tanpa harapan, hancur, dan tidak dipedulikan begitu dikasihi Yesus. Dengan kasih-Nya Dia memulihkan keadaannya, bahkan dia beroleh anugerah untuk menyaksikan kemurahan Allah.
Berkaca dari kisah ini, bukankah hidup kita mirip dengan pria ini? Kita yang hidup dalam ketidakberdayaan karena ikatan dosa telah beroleh keselamatan. Tuhan mau kita menyaksikan kasih-Nya agar banyak orang beroleh kabar baik ini. Amin.















Comments