top of page
Search

Tugas Orang Percaya

  • Writer: Ps. Edi Lastra
    Ps. Edi Lastra
  • Oct 16, 2022
  • 3 min read

Ibadah Minggu, 16 Oktober 2022 (2 Timotius 4 :1-8)

Pdt. Edi Lastra, S.Th.



“Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.” (ayat 6). Inilah konteks yang mendasari 2 Timotius 4 ini. Paulus tahu bahwa usianya telah lanjut, hidupnya sudah hampir berakhir dan setiap kalimat yang dia tuliskan menjadi pesan penting kepada anak rohaninya, Timotius, yaitu : Beritakanlah Firman (ayat 2) Suatu pesan yang luar biasa!


Berapa banyak Saudara temui seseorang di sisa hidupnya yang meninggalkan pesan yang sarat akan hal rohani, yang fokus utamanya adalah kekekalan dan untuk keselamatan jiwa-jiwa bagi kemuliaan-Nya? Bukankah justru lebih banyak kita temui mereka yang hingga akhir hidupnya terlalu sibuk memusingkan hal duniawi yang fana, seperti : pembagian harta, tata cara penguburan, dll ?


Beritakanlah Injil!

Ayah Rick Warren (seorang hamba Tuhan di Saddleback Church California, USA) melayani sebagai pendeta dalam waktu lebih dari 50 tahun. Ia adalah sosok hamba Tuhan yang sederhana dan banyak melayani gereja-gereja kecil dan terpencil. Ia mempunyai jiwa misi yang sangat besar, sehingga tidaklah mengherankan kalau selama hidupnya ia telah berhasil mendirikan lebih dari 150 gereja di seluruh dunia.


Ia meninggal karena penyakit kanker pada tahun 1999. Karena pengaruh penyakitnya, ia seringkali dalam keadaan setengah sadar. Kadang dalam mimpinya, ia berbicara sangat keras tentang impian-impiannya untuk pembangunan banyak gereja. Menjelang kematiannya, ia pernah berusaha untuk bangkit dari tempat tidur seolah hendak melakukan sesuatu.


Ketika ditanya apa yang akan ia lakukan, ia menjawab, “Harus menyelamatkan satu lagi untuk Yesus! Harus menyelamatkan satu lagi untuk Yesus! Harus menyelamatkan satu lagi untuk Yesus!” Ia terus mengulang kalimat itu dan kalau dihitung-hitung dalam satu jam mungkin ia telah menyebutkan kalimat yang sama sebanyak 100 kali. Ia pun mengulurkan tangannya ke dahi anaknya, Rick Warren, seraya berkata, “Selamatkan satu lagi untuk Yesus! Selamatkan satu lagi untuk Yesus!”


Rick Warren telah menjadikan itu sebagai tujuan inti pelayanannya selama ia hidup, yaitu menyelamatkan satu jiwa lagi bagi Yesus!


Begitupun dengan orang percaya. Kita memiliki amanat agung dari Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil. Apa itu Injil? Injil adalah kabar sukacita tentang adanya anugerah keselamatan bagi orang berdosa melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib.


Inti Injil : Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23) dan upah dosa ialah maut (Roma 6:23), namun Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal .(Yohanes 3:16)


Seharusnya ini menjadi kerinduan setiap orang percaya, yakni memiliki hati untuk memberitakan kabar baik karena banyak jiwa yang perlu diselamatkan. Banyak jiwa terbelenggu akan dosa dan haus akan kebenaran. Oleh karenanya gereja dan umat Tuhan harus memberitakan Injil. Sesungguhnya gereja yang mati adalah gereja yang tidak pernah menginjil!



Alasan Memberitakan Injil

Mengapa Rasul Paulus memberikan pesan ini kepada Timotius?

1. Akan datang masa dimana orang akan lebih suka pada ketidakbenaran (ayat 3) Ketidakbenaran ini dijelaskan dengan rinci oleh Rasul Paulus dalam 2 Tim 3 : 1-7.

Pada hari akhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, membual dan menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, berontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!



2. Karena ada penghakiman yang akan datang ( ayat 1 & 8 ) Kedatangan-Nya yang pertama adalah sebagai seorang bayi, namun kedatangan-Nya yang kedua adalah sebagai Raja dan Hakim Adil. Ia akan meminta pertanggungjawaban atas segala perbuatan kita. Oleh karena itu kita harus memberitakan Injil karena suatu saat Yesus akan datang menghakimi orang yang hidup dan mati. Dari sisi kita sebagai orang percaya pun sudah sepatutnya belajar menjaga hati agar ketika Ia datang, kita ditemukan-Nya dalam keadaan setia dan tak bercacat cela, sehingga dengan sukacita kita dapat berkata seperti Rasul Paulus : "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya."

Amin.



Refleksi

Kiranya kebenaran Firman Tuhan ini mengingatkan kita kembali akan Amanat Agung dari Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu memberitakan Injil kepada semua orang. Anugerah terbesar yaitu keselamatan telah kita terima dari-Nya. Ia ingin kita pun membagikan kabar sukacita ini kepada mereka yang belum menerimanya. Mari, selamatkan 1 jiwa lagi bagi Tuhan. Amin.


Khotbah selengkapnya dapat disaksikan melalui link berikut ini : https://www.facebook.com/100082905627415/videos/1845741892426983/


 
 
 

Comments


GJKI Penuaian

Taman Kopo Indah III Blok B3 No.22

Bandung, Indonesia.

Email: gjki.penuaian@gmail.com

Phone: 0898-9155-354

             (Pdt. Edi Lastra, S.Th)

Dapatkan Info Terupdate

Thanks for submitting!

© 2022 GJKI Penuaian 

bottom of page