Kapak Timbul Mengapung
- Ps. Edi Lastra

- Oct 2, 2022
- 3 min read
Ibadah Minggu, 2 Oktober 2022 (2 Raja-raja 6:1-7)
Ps. Edi Lastra, S.Th.
Kisah ini diawali dengan adanya sekelompok orang yang ikut terpanggil untuk diperlengkapi dalam pelayanan melalui perantaraan hamba-Nya, Elisa. Di tengah-tengah kebejatan Israel pada saat itu, ternyata sekolah nabi-nabi mengalami kemajuan di bawah pelayanan Elisa. Akibatnya, tempat dimana mereka berkumpul untuk menerima pengajaran Elisa menjadi penuh sesak. Akhirnya para calon nabi ini berinisiatif dan meminta ijin pada abdi Allah ini untuk menebang kayu di sekitar sungai Yordan guna membangun tempat yang lebih luas untuk menampung mereka. Atas ijin Elisa, mereka pun segera melaksanakan rencana tersebut.

Namun, rupanya terjadi masalah di tengah upaya mereka menebang kayu waktu itu. Sebuah mata kapak terlepas dan jatuh ke sungai Yordan yang keruh dan dalam, sehingga tentu menjadi sukar untuk mencari dan mengambilnya kembali.
Pada jaman itu, mata kapak adalah suatu barang bernilai yang memiliki harga yang cukup mahal. Selain itu, kapak ini pun hasil pinjaman, sehingga orang ini mengalami pergumulan. Namun luar biasa, ia tidak lari dari tanggung jawab, melainkan berteriak kepada Elisa. Melalui hamba-Nya, Tuhan melakukan mujizat sehingga mata kapak besi ini timbul mengapung.
3 Pelajaran Penting
Pelajaran apa yang kita dapat dari kisah kapak timbul mengapung ini?
1. Tuhan menyatakan kasih-Nya kepada orang yang berada dalam kesusahan. Dia adalah Allah yang peduli. Hati Tuhan penuh belas kasihan kepada orang yang bergumul dan susah. Tuhan begitu memperhatikan kesukaran kita yang paling sederhana sekalipun. Tidak ada masalah yang terlalu besar atau kecil di hadapan Tuhan. Tuhan selalu ada di setiap kesusahan umat-Nya.
Kalau kita mengikuti kronologis pelayanan Elisa, ini adalah mukjizat keenam yang dia tunjukkan. Kisah ini diapit oleh dua peristiwa lainnya. Pertama, Elisa menolong Naaman, seorang panglima raja Aram yang mengalami sakit kusta. Kedua, terlepasnya bangsa Israel dari kepungan Aram. Dua kisah tersebut tentu merupakan peristiwa besar, dibanding hilangnya mata kapak yang dipinjam salah satu nabi muda. Tetapi mengapa peristiwa timbulnya mata kapak ini dicatat dalam Alkitab?
Kisah ini menunjukkan bahwa tidak ada hal yang terlalu kecil bagi Tuhan. Ia tidak hanya peduli pada pergumulan seorang Naaman dan tentang hidup matinya Israel, namun seorang nabi muda yang tak dikenal dengan pergumulan hilangnya mata kapak pun diperhatikan-Nya.
2. Kuasa Tuhan masih ada. Pada waktu itu murid-murid Elisa bisa dikatakan masih baru dalam mengikut Tuhan, sehingga mereka bisa jadi masih memiliki keraguan dan kebimbangan akan kuasa Tuhan. Namun melalui mujizat yang dinyatakan melalui perantaraan Nabi Elisa, Tuhan hendak menunjukkan bahwa kuasa-Nya masih ada dan bekerja dari dulu, sekarang, sampai selamanya.
Hal yang nampaknya mustahil di mata manusia, tidak berlaku bagi Tuhan. Bayangkan saat nabi muda yang kehilangan mata kapak ini harus mencari mata kapak di tengah sungai yang dalam dan keruh. Tentu mustahil. Yang dibutuhkan adalah kuasa Tuhan yang tidak terbatas. Dan bersyukur bahwa tiada yang mustahil bagi Allah.
Apa yang hilang dalam hidup Saudara hari-hari ini? Percayalah kuasa-Nya masih ada dan bekerja dalam hidup kita. Orang-orang yang hidup berkenan di mata Tuhan akan hidup dalam nuansa dan aliran kuasa Tuhan. Berbicara kuasa-Nya tidak terbatas hanya pada hal mujizat belaka, namun termasuk juga penyertaan, pembelaan, perlindungan, dan pemeliharaan-Nya.
3. Belajar untuk meningkatkan iman kepada Tuhan. Mujizat Tuhan dalam kisah ini seharusnya membangkitkan iman murid-murid Elisa. Begitupun dengan kita, setiap kesaksian hidup bersama Tuhan seharusnya membangkitkan dan meningkatkan iman kita kepada-Nya. Ketika kita meningkatakan iman kepada Tuhan, maka kekuatiran akan hilang, sebaliknya kita dimampukan untuk mengucap syukur dalam segala hal karena kita tahu bahwa penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya tidak berubah. Amin.

Refleksi
Saudara, kita memiliki Allah yang begitu peduli dengan pergumulan umat-Nya. Tiada perkara yang terlalu sepele di mata Tuhan. Ia mau menyatakan belas kasihan kepada setiap anak-Nya. Kuasa-Nya yang dahsyat tidak dibatasi waktu dan tempat. Imani bahwa jika Ia memperhatikan pergumulan seorang nabi muda pada masa lampau, maka Ia - Allah yang sama - tetap memperhatikan pergumulan umat-Nya di maka kini dan yang akan datang. Amin.
Khotbah selengkapnya dapat disaksikan melalui link berikut ini : https://www.facebook.com/100082905627415/videos/5901012046588358/
Atau melalui link instagram berikut ini :
https://www.instagram.com/tv/CjMixoqpNSb/?utm_source=ig_web_copy_link











Comments