Sudah Waktunya Kita Bebas
- Asianto Samuel

- Jul 31, 2022
- 2 min read
Updated: Aug 11, 2022
Ibadah Minggu, 31 Juli 2022 (Galatia 4:4)
Sdr. Asianto Samuel

Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus dengan tujuan untuk memberikan teguran dan nasihat kepada orang Galatia karena pada waktu itu iman mereka kepada Kristus mulai pudar dan kehidupan kafir kembali menjadi praktek dalam kehidupan mereka. Hal ini disebabkan oleh adanya pengajar-pengajar sesat yang ingin menarik orang Galatia untuk mengikuti injil lain.
Rasul Paulus heran dengan jemaat Galatia sampai ia berkata bagaimana bisa kamu memperhambakan lagi dirimu kepada allah-allah lain sedangkan kamu sudah mengenal Allah yang benar?
Status Anak-anak Allah
Hal perhambaan diri ini merupakan sesuatu yang mengikat dan menghambat pertumbuhan rohani jemaat. Itulah sebabnya Paulus mengingatkan kembali status mereka sebagai Anak-anak Allah dengan segala keistimewaannya.
Di ayat 1-3, Paulus mengumpamakan jemaat Galatia yang imannya sudah mulai pudar dan telah mengikuti ajaran ajaran lain sebagai seorang bayi yang masih tetap diawasi atau tetap terikat oleh orang tuanya yang tidak bisa berbuat apa apa atas dirinya.
Tetapi di Ayat 4 Rasul Paulus kembali mengingatkan mereka bahwa mereka sudah ditebus oleh Yesus Kristus dari perbudakan hukum taurat dan dosa, sehingga melalui itu mereka telah menjadi anak-anak Allah dan Roh Kudus tinggal didalam hidup mereka.
Di ayat 4 ini Paulus menegaskan kepada Jemaat Galatia supaya saat itu juga mereka mengetahui status mereka sebagai anak-anak Allah dan mereka bebas dari tradisi dan hukum taurat Yahudi.

Ada 2 keistimewaan anak-anak Allah yang dikemukakan oleh Paulus dalam bagian ini yaitu:
1. Roh Kudus berdiam didalam diri mereka (ayat 4-5)
Orang percaya dipenuhi Roh Kudus dan Roh Kudus berdiam di dalam dirinya selamanya. Ia memberikan perubahan di dalam hidup, menginsafkan kita akan dosa, menghibur, dan menuntun ke jalan yang benar.
2. Menjadi ahli waris Allah (7-8)
Hal ini adalah karya Kristus diatas kayu Salib yang telah menebus kita menjadi anak-anak Allah. Menjadi anak Allah tentunya akan menerima apa yg Allah miliki. Kerajaan Sorga akan menjadi tempat kita sebab kita akan bersama dengan Allah Bapa kita.
Refleksi
Dalam hidup kita ada banyak hal yang membuat kita jauh dari Allah dan ada dosa yang terus berusaha mengikat kita sehingga relasi kita dengan Allah menjadi rusak. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk menyadari status kita sebagai anak-anak Allah yang merupakan keistimewaan kita sebagai orang percaya. Roh Kudus tinggal di dalam hidup kita dan memampukan kita untuk hidup mencerminkan Kristus . Kita pun memiliki pengharapan akan hidup kekal bersama Allah di Sorga sebab kita adalah ahli waris Allah.
Dengan mengingat hal ini maka kita akan memiliki kekuatan tatkala diperhadapkan dengan persoalan hidup dan dosa. Penting bagi kita untuk mengetahui hal hal sorgawi ini sehingga kita terus berusaha untuk hidup baik seturut kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Khotbah selengkapnya dapat disaksikan melalui tayangan ulang di link berikut : https://www.facebook.com/100082905627415/videos/7803931886314628/



Comments