top of page
Search

Hati Emas Untuk Maksud yang Mulia

  • Writer: Ev. Ervi Lastra
    Ev. Ervi Lastra
  • Sep 25, 2022
  • 3 min read

Ibadah Minggu, 25 September 2022 (2 Timotius 2:14-26)

Ibu Ervi Lastra


Firman Tuhan hari ini difokuskan pada ayat 20 & 21.

Ayat ini mengatakan bahwa emas dipakai untuk maksud yang mulia, berbeda dengan kayu dan tanah. Hal ini tidak mengejutkan, mengingat bahwa emas adalah logam mulia yang berharga. Hal ini makin nampak jelas ketika kita memperhatikan bahwa emas sering diidentikan dengan kemuliaan dan kekayaan seorang raja. Bahkan kita bisa melihat betapa berlimpahnya emas dalam kehidupan seorang Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam.

Dalam bahasa Yunani, kata untuk mulia adalah "time" artinya "berharga", sedangkan untuk kurang mulia menggunakan kata "atimia" yang diartikan sebagai "kurang mulia, bercela, memalukan, najis."


Kitab Maleakhi 3:3 menubuatkan bahwa Tuhan akan datang ke tempat kudus-Nya (Gereja-Nya) dengan tujuan : untuk memurnikan. Sama seperti emas yang akan melalui proses pemurnian, Tuhan pun hendak memurnikan hati kita untuk tujuan-Nya yang mulia.


Ketika emas dimurnikan ia akan menjadi : 1. lembut 2. dapat dibentuk 3. bebas dari korosi atau zat lainnya


Maka, korelasinya dengan hati adalah: 1. Sebuah hati yang murni di hadapan Tuhan ialah seperti emas murni. 2. Sebuah hati yang murni itu lembut, halus, dan mudah dibentuk.


Dalam Ibrani 3 : 7-8 & 13 dikatakan bahwa dosa membuat hati kita menjadi keras. Dosa adalah zat tambahan yang mengubah emas murni hati kita menjadi satu logam campuran, dengan mengeraskan hati kita. Kurangnya kelembutan ini menciptakan suatu kehilangan akan kepekaan, yang menghambat kemampuan kita untuk mendengar suara Tuhan.


Karakteristik Emas Murni

3 Karakteristik emas murni yang harus menjadi karakteristik hati kita : 1. Lembut, halus, mudah dibentuk Hati-Hati! Yang membuat hati kita keras adalah segala dosa dan keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan Roh.


2. Memiliki daya tahan terhadap karat atau korosi - Kondisi atmosfir tidak akan mempengaruhi emas murni. - Tidak seperti kuningan (campuran tembaga dan seng) yang mirip emas tetapi tidak berperilaku seperti emas. Kuningan memiliki penampilan emas namun tanpa memiliki karakternya. (Kadang banyak anak Tuhan mengaku anak Tuhan tetapi berperilaku tidak seperti anak Tuhan) - Tetap miliki hati yang setia kepada Tuhan dan tidak terpengaruh oleh situasi dunia ini.


3. Transparan - Artinya kemampuan untuk melihat ke dalamnya, seperti cermin (Wahyu 21:21) - Orang yang transparan mengatakan kebenaran, tidak berlagak, menjaga kata-kata, memiliki integritas, serta hidup tanpa menyembunyikan sesuatu.


Pemurnian

Agar kita dapat memiliki ketiga karakteristik emas murni bagi hati kita, kita harus melewati cara Allah memurnikan kita yaitu melalui Api Pemurnian Allah (1 Petrus 1 : 6-7)



Api Tuhan untuk memurnikan ialah pencobaan dan penderitaan. Panas ini memisahkan kenajisan kita dari karakter Tuhan dalam hidup kita. Hal ini menuntun kita kepada kekudusan. Begitu dimurnikan kita akan menjadi transparan, sehingga dunia ini akan melihat Yesus.


Kita dapat belajar dari Ayub yang mengalami proses pemurnian. Ayub harus melewati padang gurun dimana ia mengalami : pencobaan dan penderitaan. Namun Ayub lulus dalam pemurnian sehingga ia dapat berkata di dalam Ayub 23 : 10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.



INGATLAH HAL INI!

  • Tuhan tidak menyingkirkan kekotoran itu dengan menentang kehendak kita. Itu sebab nya Paulus berkata dalam 2 Timotius 2 : 21 bahwa orang ingin dimurnikan itu "Menyucikan dirinya sendiri" Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia Jika kita ingin membenarkan diri atau membuat alasan dan terus membiarkan noda-noda menahan kita, Allah tidak akan memaksa untuk melepaskannya.

  • Pemurnian adalah suatu proses yang konstan, terus menerus, dan sering kali menyakitkan (di sini kita mengalami penyangkalan diri = menolak keinginan daging kita).

  • Ketika api pencobaan melanda, janganlah marah dan menyalahkan orang lain, tetapi carilah apa tujuannya. Selidikilah hati kita dan biarkan Tuhan membuang yang najis dari yang berharga.

  • Kemurnian menguatkan apa yang telah baik serta membersihkan atau membuang apa yang melemahkan atau menajiskan. Sambutlah pemurnian-Nya sehingga kita menjadi perabot yang dipakai untuk maksud yang mulia, dapat menunjukkan kemuliaan-Nya secara indah dan transparan.


Refleksi

Saudara, Tuhan ingin agar kita menyucikan diri kita dari hal-hal yang jahat karena ada 4 tujuan Tuhan bagi kita anak-anak yang dikasihi-Nya : 1. Agar kita menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia 2. Agar kita dikuduskan Tuhan 3. Agar kita dipandang layak untuk dipakai Tuhan 4. Agar kita disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia


Milikilah hati seperti emas yang murni.


Khotbah selengkapnya dapat disaksikan melalui link berikut ini : https://www.facebook.com/100082905627415/videos/631046718458239/


 
 
 

Comments


GJKI Penuaian

Taman Kopo Indah III Blok B3 No.22

Bandung, Indonesia.

Email: gjki.penuaian@gmail.com

Phone: 0898-9155-354

             (Pdt. Edi Lastra, S.Th)

Dapatkan Info Terupdate

Thanks for submitting!

© 2022 GJKI Penuaian 

bottom of page