top of page
Search

Bersyukur Atas Pertolongan Tuhan

  • Writer: Ps. Edi Lastra
    Ps. Edi Lastra
  • Sep 18, 2022
  • 3 min read

Updated: Sep 20, 2022

Ibadah Minggu, 18 September 2022 (Mazmur 34:1-23)

Ps. Edi Lastra, S.Th.


Kitab Mazmur yang berisi pujian syukur ini dilatar belakangi oleh kisah Daud di kitab 1 Samuel 18: 6-7. Setelah mengalami kemenangan gemilang atas Goliat, Daud dielu-elukan dan disanjung oleh rakyat melebihi Saul. Hal ini membuat Saul sebagai raja Israel pada waktu itu menjadi geram sehingga ia dikuasai iri hati dan sangat membenci Daud. Ia berkali-kali berusaha melenyapkan Daud sehingga Daud melarikan diri ke kota Gat (daerah Filistin) dan menjadi seorang pelarian di sana, bahkan ia harus berpura-pura gila dan lupa ingatan di depan Abimelekh, raja Filistin agar selamat. Daud mengalami pergumulan dan ketakutan yang akut karena tekanan hidup yang begitu berat dan kekhawatiran yang memuncak.


Namun kita melihat melalui kisah ini, pada akhirnya Daud bisa memuji Tuhan karena pertolongan-Nya nyata atas hidupnya. Daud bersyukur lewat pujiannya, hanya Tuhanlah yang senantiasa menolongnya dari kesesakan ketika ia berseru minta tolong. "Karena Tuhan jiwaku bermegah..." (ayat 3)

Demikian juga dengan hidup kita. Jikalau kita masih bisa melewati setiap pergumulan dan tekanan di hari-hari yang sulit ini, itu semua karena Tuhan. Kita tidak akan mampu jikalau bukan Tuhan yang menolong dan membuka jalan.


Menerima Pertolongan Tuhan

Berkaca dari kisah Daud, ada 3 kunci agar kita bisa menerima pertolongan Tuhan:

1. Miliki hati yang takut akan Tuhan (ayat 10) Daud menyadari bahwa semuanya karena kebaikan Tuhan, namun ada peran penting kita sebagai umat-Nya, yaitu hidup takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan artinya menghormati kekudusan, ke-Maha Kuasa-an, dan kehadiran Tuhan. Hidup takut akan Tuhan akan menghasilkan hidup seturut dengan Firman-Nya, tidak berjalan menyimpang, sebaliknya kita selalu rindu untuk menyenangkan hati-Nya.

Janji Tuhan ya dan amin bagi orang-orang yang hidup takut akan Tuhan. Ayat 8 menyatakan bahwa perlindungan Tuhan sempurna atas orang-orang yang takut akan Tuhan. Terbukti, dalam pelariannya, Tuhan tetap memelihara dan melindungi Daud.


2. Berseru kepada Tuhan dan mencari Tuhan Kata "berseru" berarti menunjukkan suatu respon ketika berada dalam keadaan yang penuh tekanan. Dalam kesulitan dan pergumulan hidupnya, Daud hanya dapat berseru kepada Tuhan. Mengapa? Karena tidak ada seorang pun yang dapat menolong Daud dan menjamin keselamatannya. Ia berseru kepada Tuhan yang hidup.

Banyak orang mencari tuhan yg tidak benar, tidak hidup dan tidak berkuasa. Ketika kita berseru kepada Allah yang benar, Sang Pencipta alam semesta yang dahsyat, kita tidak akan dipermalukan. Kita akan dilepaskan dari segala kegentaran dan kesesakan. Saat kita berseru kepada Tuhan artinya kita tidak mengandalkan manusia. Imani Ia akan bergerak melepaskan dan menyelamatkan kita.


3. Miliki tekad untuk hidup benar (ayat 18) Ya, secara posisi rohani kita sudah dibenarkan melalui pengorbanan Kristus, namun dalam praktek hidup sehari-hari kita perlu memiliki tekad untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Benar bahwa kita hidup di dunia yang penuh godaan untuk berdosa, namun belajarlah untuk melawan arus. Ingat! Hanya ikan yang mati yang terbawa arus.

Jika kita hidup benar, Tuhan akan mendengar, melepaskan dan menyelamatkan kita. Tuhan tidak berjanji bahwa hidup orang benar tanpa masalah, malahan Firman-Nya mengatakan bahwa kemalangan orang benar banyak namun janji-Nya jelas bahwa Tuhan akan melepaskan mereka dari semuanya itu (ayat 20-22)



Refleksi

Pergumulan hidup dan masalah seringkali membuat kita gentar, namun mari belajar dari Daud untuk senantiasa mengandalkan Tuhan. Miliki hati yang takut pada-Nya, berseru dan carilah hadirat-Nya, serta bertekad untuk terus hidup benar di hadapan-Nya maka kuasa-Nya yang dahsyat akan menyelamatkan kita.


Khotbah selengkapnya dapat disaksikan melalui link berikut ini : https://www.facebook.com/100082905627415/videos/380118770839053/


 
 
 

Comments


GJKI Penuaian

Taman Kopo Indah III Blok B3 No.22

Bandung, Indonesia.

Email: gjki.penuaian@gmail.com

Phone: 0898-9155-354

             (Pdt. Edi Lastra, S.Th)

Dapatkan Info Terupdate

Thanks for submitting!

© 2022 GJKI Penuaian 

bottom of page