top of page
Search

Allah Peduli Atas Keadaan Kita

  • Writer: Asianto Samuel
    Asianto Samuel
  • Sep 27, 2022
  • 2 min read

Ibadah Komsel, 27 September 2022 (Markus 1:40-45)

Sdr. Asianto Samuel


Perikop ini mengisahkan tentang seorang yang mengalami pergumulan berupa penyakit kusta. Dalam Perjanjian Lama sangat jelas bahwa orang yang sakit kusta adalah orang yang ditolak oleh Tuhan. Bukan saja dibuang oleh Tuhan, mereka juga dibuang oleh masyarakat. Orang yang sakit kusta pada zaman itu betul-betul menjadi orang yang diasingkan, tidak ada relasi dengan Tuhan karena dia tidak bisa masuk Bait Allah dan tidak bisa berelasi dengan manusia karena siapa pun yang menyentuh seorang yang sakit kusta akan jadi najis. Kondisi ini membuatnya betul-betul berada pada titik yang paling rendah.


Sikap yang Benar

Kehadiran dan kepedulian Yesus terhadap orang ini menjadi hal yang menarik untuk kita simak. Sikapnya ketika menghampiri Yesus menjadi poin penting yang bisa kita perhatikan bagaimana pada akhirnya ia merasakan kepedulian Allah.


1. Ia datang dengan penyerahan diri kepada Tuhan. Dikatakan bahwa ia datang kepada Yesus, berlutut, dan memohon. Dengan kerendahan hati ia datang kepada Yesus dan dengan tanpa keraguan ia yakin bahwa Yesus sanggup menyembuhkan penyakitnya. Dalam kesengsaraannya sebagai seorang kusta, dia tetap begitu rendah hati, dia datang dengan berlutut dan berkata kepada Yesus, "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku" (ayat 40). Dia mengakui kuasa Yesus. Dia percaya, kalau Yesus mau, dirinya pasti sembuh.


2. Ia menyadari kedaulatan Tuhan Kesadaran mengenai hal ini membuatnya tidak memaksakan kehendaknya. Orang kusta ini mengakui kuasa Yesus dan juga kedaulatan Yesus, bahwa dirinya akan sembuh atau tidak sembuh adalah masalah Yesus mau atau tidak. Dalam kesulitan dan kesengsaraannya sebagai orang yang terputus dari masyarakat dan terputus dengan Tuhan, dia tetap tahu bahwa Tuhan berdaulat. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." (ayat 41)


Refleksi

Saudara, Tuhan peduli akan kehidupanmu dan setiap pergumulan di dalamnya. Hampiri Dia dengan kerendahan hati dan berserahlah pada kedaulatan-Nya, maka engkau akan menyaksikan kuasa-Nya menyentuh dan memulihkan hidupmu. Amin.

 
 
 

Comments


GJKI Penuaian

Taman Kopo Indah III Blok B3 No.22

Bandung, Indonesia.

Email: gjki.penuaian@gmail.com

Phone: 0898-9155-354

             (Pdt. Edi Lastra, S.Th)

Dapatkan Info Terupdate

Thanks for submitting!

© 2022 GJKI Penuaian 

bottom of page